Label

Senin, 04 April 2016

Bukan Hanya Doa'mu

Barangkali dalam hidupmu, kau pernah merasakan keberuntungan. Barangkali dalam berbagai kesulitan, datang pula beruntun-runtun kemudahan. Barangkali dalam segala musibah, berkali-kali pula, dihadirkan segala pertolongan.
Ada sisi dalam diri ini memang, yang membuat sesuatu terwujud. Orang menamainya ikhtiyar (usaha) dan doa. Berapa banyak kata menjelaskan, jika membutuhkan sesuatu, ya usaha dan doa. Jika menginginkan nilai bagus, ya berusaha belajar dan berdoa. Jika menginginkan kemenangan, ya raihlah dengan usaha dan doa. Pun jika menginginkan rejeki untuk membeli sesuatu, usahalah dengan menabung dan mintakan pada Allah.
Namun sayangnya, di dunia ini ada hal-hal yang tidak sempat diusahakan dan tidak sempat dimintakan dalam doa. Sesuatu yang tidak bisa terencana. Sesuatu yang di luar perkiraan dan rencana elit manusia. Sampai detik ini, perlu disadari bahwa usaha dan doa diri sendiri tidak cukup menolong, mengabulkan, mendapatkan hal-hal yang kita inginkan. Atau barangkali kita sebagai manusia biasa, tidak cukup makbul doanya bila dibandingkan  orang-orang yang dalam keadaan terijabah doanya.
Dikisahkan seorang laki-laki yang memiliki ibu, yang telah lama terbaring di ICU karena penyakit kronisnya. Rasanya sudah tidak ada lagi harapan yang bisa disandarkan untuk kesembuhan sang ibu. Harta mungkin bisa diusahakan, doa pun tidak pernah alpa. Tapi telah lama sang ibu belum terbangun dari komanya. Suatu hari, laki-laki ini keluar dengan mobilnya, dalam keadaan kota yang hujan deras. Ketika sampai di pom bensin, ia melihat seekor kucing kecil yang berteduh dan kedinginan. Laki-laki ini menyempatkan diri untuk turun, membeli makanan, dan meletakkannya di dekat kucing. Lalu ia pun pergi. Sesampainya di rumah sakit, ia sangat terkejut ketika tidak menemukan sosok ibunya di ruang ICU. Dalam kepanikan ia mencari-cari dan mendapatkan penjelasan bahwa ibunya telah dipindahkan di bangsal. Anak itu begitu bersyukur menjumpai ibu dalam keadaan sudah sadar. Dalam pembicaraan mereka, tiba-tiba sang ibu berkata, “ Nak, tadi ibu bermimpi melihat kucing yang berdoa.”
Agendakan diri untuk berbuat baik pada siapapun dan apapun. Barangkali dalam sepotong roti yang kita berikan pada anak kelaparan, ia menyisipkan satu kalimat doa yang lebih ijabah dibandingkan ratusan kalimat doa kita sendiri. Dimana doa-doa itu melanglang buana mengikuti kita, bahkan saat tersulit sekalipun bisa memberikan pertolongan. Jangan remehkan bakti pada ibu dan ayah. Barangkali satu kalimat ridho mereka sudah dinggap doa daripada puluhan kalimat harap kita. Jangan pula lupakan saudara-saudara muslim di sekitar maupun yang jauh, barangkali damai dan kerukunan Negara ini berkat doa saudara-saudara kita di Negara yang tertindas itu… (AL)