Label

Senin, 01 Februari 2016

Asma Amanina


Kau tahu, jalan surga itu ada banyaaak sekali. Allah Maha Pemurah kan, memberi kesempatan padamu untuk memilih, jalan mana yang hendak kau lalui? Tapi, jalan apapun yang kau pilih, itu bukan jalan yang bertabur bunga. Bukan pula jalan berhias pemandangan hijau. Tidak mulus juga, kakimu bisa berkali-kali tersandung. Berbalik arah, sudah banyak yang melakukannya. Berbelok ke jalan lain, itu juga banyak. Padahal intinya adalah "Qul aamantu, fastaqim!" (Berimanlah, lalu istiqomahlah!). Jalan mana pun yang kau pilih, ibaratkan itu imanmu yang harus diteguhkan. Selanjutnya, jalani saja dengan istiqomah. Istiqomah, kunci semua keberhasilan. Buat apa menggebu-gebu di awal, tapi loyo kerontang di akhir? 

Gb. Mabit Ulil Albab UII 2014
Tapi, jalan ini sungguh indah. Berapa kali pun tersandung, ada tangan yang selalu membantu berdiri. Seberapa lambatnya aku, akan selalu ada pundak yang merangkul untuk berjalan beriringan dengan sabar. Berapa kali pun berbuat salah, selalu ada jiwa lapang yang menerima. 
Gb. Rihlah Gunung Api Purba, Januari 2015

Gb. Rihlah Baturraden Purwokerto, Januari 2016

Kado terindah dari Allah yang tak pernah kuminta.. " Aku meminta sesuatu pada Allah. Jika Allah memberikannya padaku sekali saja, aku gembira sekali saja. Namun jika Allah tidak memberikannya, aku gembira sepuluh kali lipat. Sebab yang pertama itu pilihanku, sementara yang kedua pilihan Allah." (Ali bin Abi Tholib)

Mengarungi samudera kehidupan
kita ibarat para pengembara
hidup ini adalah perjuangan
tiada masa tuk berpangku tangan
setiap tetes peluh dan darah
tak akan sirna di telan masa
segores luka di jalan Allah
kan menjadi saksi pengorbanan
Allah ghoyatuna (Allah adalah tujuan kami)
 arrosul qudwatunai, (Rasulullah teladan kami)
Alqur’an dusturuna,  (Alqur’an pedoman hidup kami)
aljihad sabiluna (jihad adalah jalan juang kami)
Almautu fi sabilillah,  (syahid di jalan Allah adalah)
asma’ amanina (cita-cita kami tertinggi)

(AL)